Semar Berkata Bebas
berbagi kata dengan rasa... berbagi rasa dengan hati...

Deja vu

Sabtu, Februari 27, 2010



Prosa-prosa takdir dalam lemari ingatanku tak semua membekas, kadang mereka membiarkan aku dalam kebingungan, kadang ketakutan tercipta olehnya. Entahlah, manuskrip-manuskrip itu berguna kelak atau hanya sebatas pajangan yang sekali waktu bisa kubaca dengan tawa atau air mata. Niche mereka beragam, ada sebatas angan yang terjawab lalu menghilang atau sarkasme atau bahkan sebait syair cengeng. Semua tertata dalam rak-rak saraf ingatanku.

Dan.... Senarai masa mengulang beberapa prosa tadi, wujudnya tak berubah hanya sampulnya yang lebih indah, membuat terperangah dan sejenak menepikan harapan akan sebuah kenyataan kelak. Jika ini niscaya maka tak satupun penjelasan logis akannya membuat aku kembali merenung, namun jika ini sebuah absurbi maka tak jua membuatku penat meski deraan siksa kerapuhan logika terus menyerta.
Terkadang penolakan atas pengulangan prosa ini mencari celah untuk dilekatkan dalam niscaya pembenaran, atau bahkan ini aku anggap sebuah nicaya yang tak akan bertepi, berulang dalam satu masa dan kembali terjadi dalam masa yang lain.

Syair dalam satu prosa........
Indah... Teramat indah hingga keindahan itu adalah ia, membuat definisi baru akan keindahan itu sendiri, mandiri dan terlepas dari tema dan warna prosa itu sendiri. Dengannya semua kelekatan rasa dan logika tak pernah dipaksa atau terpaksa, bagai sang mentari yang menjaga keseimbangan rotasi bumi, berirama dan menghidupi.
Lirih, duka, bahagia dan gembira adalah warna syair tadi sedangkan kesetubuhan adalah maknanya.
Berlangsung.. Berlanjut... Menolak segala absurbi dan kenisbian, memberi ruang akan sesuatu yang tak pernah ada sebelumnya......dan itu adalah keindahan.
Hingga......... Sang mentari tak mampu menjaga keterikatan atas gravitasinya, menjadi puing dalam bentuk keindahan yang lain, namun tak merubah definisi atasnya.

... Jika ini adalah keindahan maka syair tadi akan tetap indah meski tanpa kehidupan, tanpa sang penikmat
.... Jika ini adalah prosa pertama yang akan berulang kelak, dimana sang mentari? Akankah kesetubuhan tetap berwujud tanpanya?

Lemari itu semakin rapuh, sanggaan tiangnya mulai termakan rayap-rayap keinginan... semoga berulanglah semua prosa keindahan itu.
Read On 15 komentar

................................

Jumat, Februari 12, 2010

jika aku marah, apa dasarku ? sedang dunia tetap bergerak, ibu bumi tetap berotasi pada porosnya.... lalu mengapa ada marah dalam hidupku ?

jika aku marah, harus kepada siapa? sedang beningnya sungai tetap mengalir, gemericiknya tetap memberi ketenangan pada siapa ia memberi..... lalu mengapa ada marah dalam hidupku ?


Pesona karma tengah kuteguk dalam cawan ke-takberdayaan ini, tetesan memabukan dalam setiap kapiler sel raga tak jua meronta, aku adalah bara dalam sekam jasad rapuh ini, aku parasit dalam ladang raga ini. Beribu subtraksi penyemangat kucoba olah demi sebuah keinginan, namun mengapa menjauh? mengapa seperti lari dari apa yang tercitakan? mengapa menjadi penakut dan terbirit bersembunyi dari keniscayaan yang meng -kooptasi setiap busuk borok kaki-kaki kehidupan ini, mengapa dan beribu mengapa lain tak terjawab .... sedang matahari dengan sedikit hangatnya mampu memberi hidup..... ?
Dalam nanar senja, lembayung tetap jingga hingga pekat tanpa candra mengiris setiap lirih buangan nafasku.... dan aku masih tetap hidup, menjaga agar hidupku tak teramputasi kemarahanku....

jika ada marah dalam hidupku, mengapa aku tak tahu untuk apa dan kepada siapa aku marah....
Read On 10 komentar

Tetap Bertaut

Share/Save/Bookmark

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner



RSSMicro FeedRank Results

PageRank My BlogCatalog BlogRank

Multiply the traffic to your website... FREE

Dukung Semar di....


100 Blog Indonesia Terbaik
Top Global Site

Kemenakan Semar


Wadya Balad Semar

Semua Link dan Banner ada di dalam gambar ini, silahkan klik....

Wadya Mahkota Semar

Dengan tidak mengurangi rasa hormat, saya letakan Award dari sobat semua dalam gambar di bawah ini, silahkan di-klik jika berkenan melihatnya :

Bertukar Link

Banner Link

Photobucket
Text Link

Yang Paling Berkata Bebas

Yang Sudah Berkata Bebas