
Jika raga ini adalah seonggok daging dan rangkaian otot bertulang maka ia adalah sebuah sistem yang maha sempurna dalam kacamata makhluk. Aliran darah memberi asupan udara atasnya guna memberi yang terbarukan, sel berkembang, berganti dan menjadi baru lalu kemudian membusuk bersama dengan cacing-cacing dan bakteri-bakteri yang ia bawa dalam lubang tanah seluas 1 x 2 meter, tak lama berselang tubuh sempurna itu menjadi seonggok rangka belulang yang tak berdaya.
Keniscayaan itu belum aku rasakan, mungkin menjelang atau mungkin aku sudah menjadi rangka belulang tadi dalam dimensi yang lebih besar dari 1x2 meter.
Apapun itu, entahlah niscaya itu sedang aku rasakan prosesnya.Lalu dimana aku dalam raga yang hendak membusuk ini?
Ketika raga ini masih berbentuk janin dalam rahim ibuku, selalu kudengar lembut lirih doanya di setiap malam agar aku adalah berarti bagi raga ini.
Ketika bertumbuh, selalu kurasa bahwa setiap helaan nafasnya adalah doa termakbul bagi aku dalam raga yang tumbuh, setiap keringat dan air matanya menjadi jargon baru dalam memberi saksi bahwa aku dalam raga ini adalah buah keindahan Ia.
Ketika dewasa, bahwa setiap berubah renta dan pipi tirusnya ibuku adalah lonceng-lonceng pengingat akan aku adalah ruh penggerak dan penebar cinta bagi aku dalam raga ini.
Ibu rentaku yang cantik.... Haturan maaf yang suci mungkin tak pernah lisan kau dengar, sujud lunglaiku bersimpuh di telapak surgamu mungkin tak jua kau rasa menghamba.... Tapi aku dalam raga ini entah kemana... Mengapa dan bagaimana ia begitu menjadi sisi lain dari setiap doamu masih menjadi tanda tanya besar yang tak berusaha kucari jawab atasnya dengan segala kebodohan yang kupunya
.Ibu rentaku yang cantik.... Seketika berputar bagi sirkel tak berkesudahan aku dalam kebingungan yang tak pernah dan tak akan pernah kau ajarkan pada aku dalam raga ini bahwa 'mengapa aku dalam raga ini bukanlah aku yang selalu kau hembusi dengan doa, cinta dan harapan, dan itu adalah aku dalam raga ini, raga yang mungkin telah menjadi belulang di demensi kefanaan.
Ibu rentaku yang cantik.... Terlalu pelik ketika aku mencari jawab atas tanya siapa aku dalam raga ini kuhaturkan padamu, dan tak ingin pula ini menjadi bebanan dirimu dalam bungkusan raga renta penuh keikhlasan yang cantik.
Maka kusayang engkau dengan aku mu, kuseka setiap keringat lelahmu dengan aku mu, kubasuh noktah sedihmu dengan aku mu, kumuliakan deraian senyumu dengan aku mu, kutahbiskan kepenatanmu menjadi pelita dengan aku mu.... Dan biarkan aku dalam raga ini tetap menjadi tanya yang tak terjawab atas aku mu yang selalu ada dalam setiap doa-doa malam mu.
(Bandung, 1 Maret 2010)
















21 Maret 2010 12:26
Hmmm...... Saya suka, bagus prosanya, terharu mas... Makasih
25 Maret 2010 23:47
Ibu, tak ada lagi yang mampu kuucap hanya rangkaian mutiara dalam hati yang kukalungkan tuk menyanjung, menghormati dan mencintaimu.
Untaian kata yang tertata apik dan menghanyautkan seperti biasa, subhanallah.
16 April 2010 09:42
Jadi kangen sama almarhumah..
Mohon maaf baru sempat mampir.
16 April 2010 09:51
Apa kabar sobat>
Moga senantiasa sehat.
28 April 2010 12:16
keren...
9 Mei 2010 10:27
Aku dalam ragaku atau Aku dan diriku ?
Aku yang selalu hidup, tetapi diriku akan punah mengiringi waktu,
Aku membimbing diriku mencapai kebahagiaan,
Diriku mengajak Aku menuruti keinginannya,
Siapa Aku ?
Siapa Kamu, dan siapa mereka ?
Siapakah Kita ?
15 Mei 2010 21:11
lama tak mngunjungimu sobat.
rupanyya lama juga blog sahabatku tak ter update
16 Mei 2010 12:15
Ikut merenung Kang.
21 Juli 2010 19:22
ibuuuuuu......
8 November 2010 14:04
bagus artikelnya...
9 November 2010 21:00
Mengharukan...
Membuat Hati dan Pikiran Merenung...
Kita hanya Seonggok Daging...
Kita bagaikan makhluk yg terjebak didalam lubang sumur...
Menanti pertolongan...
Dengan tangan yang menjulur keatas...
Maaaa...
26 November 2010 14:19
bagus artikelnya
2 Desember 2010 15:27
artikelnya bagus
24 Februari 2011 14:33
bagus banget
7 Maret 2011 16:21
nice post
31 Maret 2011 15:52
artikel yang bagus banget nih
3 Februari 2012 15:12
makasih infonya
Poskan Komentar
Berkata-kata lah dengan bijak dan membuat arti, jangan takut untuk berdebat. Lebih sempurna jika menggunakan Nama dan URL sobat