
jika aku marah, apa dasarku ? sedang dunia tetap bergerak, ibu bumi tetap berotasi pada porosnya.... lalu mengapa ada marah dalam hidupku ?
jika aku marah, harus kepada siapa? sedang beningnya sungai tetap mengalir, gemericiknya tetap memberi ketenangan pada siapa ia memberi..... lalu mengapa ada marah dalam hidupku ?
Pesona karma tengah kuteguk dalam cawan ke-takberdayaan ini, tetesan memabukan dalam setiap kapiler sel raga tak jua meronta, aku adalah bara dalam sekam jasad rapuh ini, aku parasit dalam ladang raga ini. Beribu subtraksi penyemangat kucoba olah demi sebuah keinginan, namun mengapa menjauh? mengapa seperti lari dari apa yang tercitakan? mengapa menjadi penakut dan terbirit bersembunyi dari keniscayaan yang meng -kooptasi setiap busuk borok kaki-kaki kehidupan ini, mengapa dan beribu mengapa lain tak terjawab .... sedang matahari dengan sedikit hangatnya mampu memberi hidup..... ?
Dalam nanar senja, lembayung tetap jingga hingga pekat tanpa candra mengiris setiap lirih buangan nafasku.... dan aku masih tetap hidup, menjaga agar hidupku tak teramputasi kemarahanku....
jika ada marah dalam hidupku, mengapa aku tak tahu untuk apa dan kepada siapa aku marah....
12 Februari 2010 pukul 15.58
hmmm.... mas semar kenapa? kyknya lagi marah banget ya... ?
12 Februari 2010 pukul 16.53
Eeee..dateng2 marah2 gitu, gak lucu ah hehe...
Kita sebagai umat berhak untuk marah, pasrahkan saja pada sang khalik yang berhak marah, bila kita masih memilki amarah berarti kita masih bergelut dari nafsu. * Tapi kita hanyalah manusia biasa ya.. yang masih sulit mengendalikan nafsu.
* Aduh maaf nih kang, Semarwati gak pernah nengokin blognya, maklum lg sibuk bisnis kecil2lan.
17 Februari 2010 pukul 15.20
hmmm ...... daripada marah tak ada juntrungnya, lebih baik blogwalking dan tebar senyuman!
18 Februari 2010 pukul 16.00
Marahlah semarah - marahnya, karena marah yang terpendam hanya akan menjadi bom waktu....
Menangislah senangis - nangisnya, selama masih ada air mata yang pantas jatuh untuk sebuah alasan....
Jika ingin marah tetapi tidak ada alasan yang jelas... sebaiknya tetaplah marah dan jangan pernah bertanya : untuk apa marah? karena itu akan membuat kita semakin marah dan parah....
Btw, tembok itu bisa jadi teman marah dan tertawa lohh....:))
24 Februari 2010 pukul 15.12
wah,keren ni sharingnya. thanks
4 Maret 2010 pukul 12.13
.....................
semoga selalu hidup dan tak pernah marah...
5 Maret 2013 pukul 16.35
nice post.,.,.,
Posting Komentar
Berkata-kata lah dengan bijak dan membuat arti, jangan takut untuk berdebat. Lebih sempurna jika menggunakan Nama dan URL sobat