Koalisi Menuju Istana
Label:
Celoteh Indonesia
Koalisi menurut bahasa adalah persekutuan, gabungan atau aliansi beberapa unsur, di mana dalam kerjasamanya, masing-masing memiliki kepentingan sendiri-sendiri. Aliansi seperti ini mungkin bersifat sementara atau berasas manfaat. Dalam pemerintahan dengan sistem parlementer, sebuah pemerintahan koalisi adalah sebuah pemerintahan yang tersusun dari koalisi beberapa partai. Koalisi bisa juga merujuk pada sekelompok orang/warganegara yang bergabung karena tujuan yang serupa. Koalisi dalam ekonomi merujuk pada sebuah gabungan dari perusahaan satu dengan lainnya yang menciptakan hubungan saling menguntungkan.
Jadi apa yang ramai kita dengan belakangan ini dari partai-partai pemenang (belum) PEMILU LEGISLATIF pada dasarnya adalah men-sinergikan kemampuan dan menyatukan kekuatan guna membawa bangsa dan negeri ini ke arah yang lebih baik, walaupun bersifat sesaat (5 tahun)
Lalu apa jaminannya bahwa dengan koalisi ini seluruh aspek kehidupan menjadi lebih baik ?
Sedikit berteori nih untuk menjawab pertanyaan di atas hehehe.... boleh didebat kok :
1. Kesungguhan/niat dari peserta koalisi harus tercetus ikhlas, dengan demikian segala unsur pribadi/partai/golongan akan melebur menjadi satu dan patuh pada sistem yang disepakati
2. Aturan koalisi atau bahasa lainnya “bagi-bagi kursi”, harus dibuat hanya berdasarkan kemampuan bukan kepada hal lain apalagi mendasarkan kepada kepentingan “bagi-bagi kursi” tadi.
3. Koalisi penguasa harus diimbangi oleh koalisi oposisi yang juga bersinergi dalam menjalankan fungsinya sebagai pengawas roda bangsa ini, akan sangat mantav jika hanya satu saja koalisi oposisi ini
4. Sistem pembagian kekuasaan dalam koalisi menjadi sangat tidak berguna jika dalam prakteknya nanti hanya satu atau beberapa peserta koalisi saja yang mendominasi seluruh aspek, ini tidak sehat, dan hal ini sangat erat kaitannya dengan point 5.
5. Pertanggung-jawaban atas sebuah program jangka pendek dari koalisi penguasa, wajib ditangung oleh seluruh peserta koalisi bukan hanya oleh pemimpin koalisi, sehingga ketika gagal, rakyat akan tahu siapa yang gagal.....
Dengan 5 point tadi, seluruh komponen bangsa yang berada di luar oposisi penguasa memiliki kerja yang efektif ketika bertugas sebagai pengawas. Mereka hanya tinggal membandingkan point 1 dan 2 dengan point 4 dan 5
Nah.... kalau di awal saja kita sudah ribut dengan hitung-hitungan untung-rugi berkoalisi dengan siapa ? bagaimana jadinya nanti ketika roda bangsa ini akan diputar 5 tahun ke depan....?
Mengapa kita tidak berpikir sebagai sebuah bangsa yaks?
24 April 2009 pukul 15.59
kayaknya susahnya ya...
yah semoga nanti yang duduk di kursi sana benar2 menomorsatukan kepentingan bangsa ini. demi kemajuan bangsa indonesia tercinta. amiiiinnnn.
24 April 2009 pukul 16.24
Sebenarnya fenomena seperti ini bukanlah hal yang baru dalam peta perpolitikan nasional kita. Apalagi sejak era reformasi bergulir, publik dapat mengamati banyaknya jumlah partai yang ikut bertarung dalam suatu perhelatan demokrasi menuju Zero cilometre.Meskipun demikian, patut dicatat bahwa sebetulnya yang paling diharapkan oleh masyarakat adalah terjadinya perubahan dalam arti peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan rakyat.
24 April 2009 pukul 16.31
Siapapun dan bagaimanapun nantinya hasil koalisi itu, kita hanya bisa berharap semoga kehisupan kita akan mengarah ke yang lebih baik dari sekarang.
24 April 2009 pukul 17.48
Aduh semar seneng amat sich bahas politik mulu.. kayanya berminat nih...
lama-lama pengen terjun ke dunia politik yah???
mulai dari yg kecil dulu, Politik Ikan aa'
hihihihi...
24 April 2009 pukul 19.02
kursi pemerintahan smoga gak sperti kursi goyang yah.... gak ada yg konsisten slalu brubah ubah....
24 April 2009 pukul 19.04
bagi saya, apapun bentuknya asal tidak mempengaruhi kehidupan sehari-hari rakyat yang aman, tentram, bisa mencari nafkah dengan tenang..
bolehlah..
24 April 2009 pukul 22.45
jauh panggang dari api bro, kita semua berharap suatu saat nanti 'orang - orang' berhati super luhur dan yang berkoar akan membangun negri ini akan benar2 bersatu dan bertujuan sama, tidak sekedar bagi2 kekuasaan dan jabatan yang ujungnya bagi2 kekayaan.. semoga
24 April 2009 pukul 22.49
Emang yang namanya kekuasaan akan diburu kemanapun dia berada.
24 April 2009 pukul 23.31
koalisi itu cuma untuk bagi kekuasaan saja :)
25 April 2009 pukul 00.08
di indonesia, koalisi kebanyakan selalu disandarkan utk membentuk kekuatan di kabinet dan parlemen. mereka yg berkoalisi kadang kupa utk merumuskan program bersama sehingga di tengah jalan koalisi itu bs saja pecah atau bubar. ketidakkonsistenan PKS sbg "partai pemerintah" dlm pemerintahan skrg juga krn hal ini.
salam kenal
25 April 2009 pukul 06.46
sekarang lagi ramai masalah koalisi jadi sorotan pers indonesia, sby nyari wapres, JK bingung,maju ngak maju ngak, akhirnya maju juga sebagai capres ternyata dia makin bingung koalisi dg siapa ya.
25 April 2009 pukul 06.47
jalan2 pagi ternyata menyehatkan apalagi keblog sobat :)
25 April 2009 pukul 10.37
Mudah2an indoneisa bisa lebih baik,,,
salam kenal bang...saya suka dengan blog abang tukeran link boleh ga bang, link blog abang udh saya pasang di blog saya, makasih
25 April 2009 pukul 11.47
wah kalo ngomongin politik kayaknya gw rada malas. orang2nya dah gak jelas sich (mudah2an gak semua) heheheh
gw berdoa aja, semoga yang jadi pemimpin nanti bisa jadi pemimpin yang baik :)
Regards,
Ghustie Samosir
www.hanyainfo.blogspot.com
26 April 2009 pukul 06.51
Peta politik menarik untuk diikuti detik perdetik menuju Pilpres. Tapi SBY kayaknya akan melenggang ke istana
26 April 2009 pukul 10.21
gue dukung Probowo...
27 April 2009 pukul 01.18
Menurut saya sih demokrasi kita sudah agak lebih maju. Soal pilpres sangat rasional rakyat bisa memilih langsung capres, hanya saja kalau tiap 5 tahun ganti presiden dan teamnya tidak cukup waktu untuk untuk mensejahterakan rakyat. Dan arah kebijakan untuk tujuan jangka panjang agak kabur.
27 April 2009 pukul 16.13
Cukup lihat semrawutnya pelaksanaan Pemilu, kengawuran para petinggi dalam bertindak (reaksioner, cari untung sendiri, nggak mau ngalah), kesetiaan semu kader partai terhadap partai pilihannya, koalisi antar partai yg lebih mirip koalisi antar-geng, kita bisa tahu demokrasi yang bagaimana yang dianut Indonesia sekarang. Ancur abis! Koalisi yang nanti menjadi pemenang pilpres juga gak bakal ada artinya selain cara untuk berkuasa!
28 April 2009 pukul 07.03
yang penting gak sia-sia dah kalau nyontreng kemarin
28 April 2009 pukul 08.52
setuju bgt mas, untuk poin yg ke-2 memang parpol skrg dr dulu koalisi dg tujuan bagi2 kursi. bkn membagi jabatan sesuai dg kemampuan mereka. kl jabatan tdk dipegang org yg kompeten dibidangnya malah akan merusak tatanan negara,,, kl ad yg milih prabowo saya milih SBY - HNW ato SBY - TIFATUL SEMBIRING
28 April 2009 pukul 09.40
Koalisi yang rumit, yang banyak melibatkan orang,.
28 April 2009 pukul 10.21
Kita harus tetep ingat pepatah lama "BERSATU KITA TEGUH BERCERAI KITA RUNTUH".
28 April 2009 pukul 10.31
UNTUK PARA CALON PENGUASA TOLONG PIKIRKAN RAKYAT,JANGAN HANYA PIKIRKAN DIRI SENDIRI DONG,JANGAN ASAL OMDO = OMONG DOANG =,TAR PAS UDAH DAPAET SEGALANYA MALAH LUPA SAMA RAKYAT,SALAM
28 April 2009 pukul 11.45
KITA SANGAT MENGHARAPKAN SATU KOALISI POLITIK KALI INI BENER2 DI BARENGI NIAT TULUS SUCI,DEMI BANGSA DAN NEGARA,UNTUK MEMAJUKAN DAN MEMAKMURKAN RAKYAT,SEMUA HARUS BERBUAT YANG TERBAIK UNTUK NEGARA INI,INGATLAH PARA PEMIMPIN ANDA MEMEGANG SATU AMANAH RAKYAT YANG HARUS ANDA PERTANGGUNGJAWABKAN DI HADAPAN TUHAN KELAK,KALAU SEMUA BERLANDASKAN NIAT TULUS HASILNYA PUN AKAN BERMANFAAT UNTUK SEMUA RAKYAT,SALAM
28 April 2009 pukul 14.11
yang jelas,... koalisi yang dilakukan oleh para kandidat 01 dalam takaran politik praktis, seperti manuver, lobi, etnosentrisme,intrik, persekokongkolan rahasia, bahkan upaya untuk saling menjatuhkan termasuk jebakan komunikasi politik diantaranya isu, rumor, desas-desus, propaganda dan agitasi selalu ditabuh demi meraih kepentingan politik. Maka dari itu, dalam situasi membangun koalisi, pragmatisme dalam bentuk politik dagang sapi, politik kambing hitam, termasuk munculnya kuda hitam menjadi hal biasa dalam perebutan kekuasaaan. hanya ada satu asumsi dalam merindukan kursi kekuasaan, yaitu tiada musuh atau kawan yang abadi, yang abadi adalah kepentingan. Walaupun untuk mencapai kepentingan itu, ada saja aktor politik menikam sahabat politiknya dalam lipatan. Itulah kepentingan politik
28 April 2009 pukul 15.50
dengan fenomena ini maka rakyat semakin apatis (kalau tidak mau dibilang jijik) dengan politik negri ini. Padahal mencerdaskan pengetahuan politik rakyat adalah kunci utama dari keberhasilan demokrasi di suatu bangsa.
28 April 2009 pukul 16.43
Tujuan koalisi tidak lain hanya bagi2 kavling..semua partai..bohong kalo bilang utk kepentingan rakyat.
tdk ada lagi yg dgn niat tulus..
bagi politikus (partai).. NO free lunch!!
lu mo koalisi sama gue..gue minta jatah menteri sekian..kata partai A..
errrghhhhh....
29 April 2009 pukul 12.03
Buat yang mau koalisi atau apalah namanya yang jelas sekali PR anda adalah harus pikirkan perut rakyat yang udah pada kelaperan,jangan cuma mikirin perut sendiri dan kolega saja,jangan cuma bisa OMDO =omong doang=,salam
29 April 2009 pukul 15.38
koalisi.......
koalisi ama rakyat lah.....
30 April 2009 pukul 11.30
wah....ane mah pusing om ama politik sekarang. Kalau traceback ke belakang, dikala jaman sahabat nabi, ga ada tuh yang minta dipilih. Bahkan sahabat menganggap, kalau dipilih itu bencana. Nah typical seperti itu yang dicari.....insyaAlloh dijamin Zoer-and-Diel (jujur & adil)
30 April 2009 pukul 15.40
Blognya bagus membuat saya betah berlama-lama disini :thumbsup::thumbsup:
30 April 2009 pukul 18.38
Koalisi ibaratnya layangan...
Tarik-ulur...kalau menguntungkan diatrik....tapi kalo nggak...diulur...
3 Mei 2009 pukul 13.18
adanya koalisi sementara untuk memenuhi kebutuhan biologis para politisi yang mengatas namakan rakyat, atau koalisi atsa nama rakyat dengan perjuangan para politisi???????????
Apapun ceritanya, bicara politik, bicara kepentingan, dan yang menjadi tameng, adalah ATAS NAMA RAKYAT
7 Mei 2009 pukul 19.50
Your blog design was perfect. Honestly I cannot Bahasa Indonesia as well, but I like your blog. Just incase you need a car wallpaper please visit mine at Car gallery
Posting Komentar
Berkata-kata lah dengan bijak dan membuat arti, jangan takut untuk berdebat. Lebih sempurna jika menggunakan Nama dan URL sobat