TERORIS NARSIS
Rabu, Agustus 26, 2009
Terorisme ..... kata ini semakin akrab dengan keseharian kita belakangan ini, semenjak gedung WTC di Amerika sana diluluh-lantakan mejadi zero ground hingga meledaknya hotel bertaraf internasional di Indonesia sini, kata ini menjadi momok menakutkan tidak hanya bagi pebisnis yang takut menginvestasikan kapitalnya di area rawan teroris tapi juga aparat ikut kembang kempis mengejar sang peneror. Tapi anehnya kegiatan terorisme di timur tengah sana ga pernah di-ekspos ya..... sssst....
Maka bermunculanlah wajah-wajah yang dikatagorikan sebagai
“teroris”, lalu tinjauan teoritis nya mengurai di beberapa mass media membahas khusus masalah ini, mulai dari teknis hingga tinjauan psikologis sang “bomber”. Beeuuuh.... ayo rame-rame kita tangkep tuh biangnya teroris.....
Mengacu ke istilah baku, di KBBI:
te•ror•is•me /térorisme/ n penggunaan kekerasan untuk menimbulkan ketakutan dl usaha mencapai tujuan (terutama tujuan politik); praktik tindakan teror;
atau definisnya di sini :
Terrorism is the systematic use of terror especially as a means of coercion. One form is the use of violence against noncombatants for the purpose of gaining publicity for a group, cause, or individual. At present, there is no internationally agreed definition of terrorism. Common definitions of terrorism refer only to those acts which are intended to create fear (terror), are perpetrated for an ideological goal (as opposed to a lone attack), and deliberately target or disregard the safety of non-combatants.
Maka sebenarnya terorisme itu bukan hanya istilah yang bisa dilekatkan kepada usaha terstruktur demi sebuah tujuan atau sebuah pemberontakan atas ketidak sukaan akan sebuah sistem, istilah ini bisa saja kita lekatkan kepada bentuk tindakan/kegiatan yang terjadi sehari-hari di sebuah sistem yang memang sebenarnya anti terorisme.
*serius amat*
Hehehe.. tenang... semar bukan ahli terorisme apalagi teroris, yang ingin didiskusikan adalah : sebenarnya setiap hari kita menyaksikan langsung atau tidak tindakan terorisme ini, coba bayangkan berbagai tindakan kekerasan yang dilakukan baik yang langsung atau tidak terjadi di depan mata kita mulai dari tawuran hingga KDRT bisa kita lekatkan sebagi sebuah tindakan terorisme (meski ga maen bom hehehe)..... dan hebatnya apapun itu sang pembuat kekerasan adalah teroris dalam skala kecil dan.... mereka tidak pernah bersembunyi..... Teroris Narsis
Ada yang tau lagi siapa saja teroris narsis ........?
Salah Paham (Mang Endim's Journeys)
Selasa, Juli 14, 2009Gambar dari Mang Gugel
Siang yang panas itu tokoh multi talenta kita sedang mengais rejeki, menyusuri jalan sumpek di kota yang dulu terkenal dengan Kota Kembang (sekarang sudah berubah menjadi Kota MALL ). Usaha buruh taninya di desa tengah paceklik pasca panen sang juragan, katanya sih sang juragan ikut nyumbang salah satu CAPRES yang kalah kemarin, jadi boro-boro untung balik modal juga engga.
Mang Endim masih mengais rejeki dengan mendorong gerobak siomay yang sudah hampir setengah hari ia jajakan tak kunjung berkurang. Sabar ya mang....
Sejenak berhenti melepas lelah di depan sebuah gedung partai yang CAPRES nya menang kemarin, waaah ternyata ada syukuran tuh.... orang berjubel entah sekedar memberi selamat atau menyelesaikan masalah “administrasi” pasca menjadi tim sukses.. Beberapa orang yang sudah mengantri lalu pulang dan ada yang mampir ke gerobak siomay Mang Endim ini... mantav kata mang Endim... setengah sayup ia bergumam... Mari Lanjutkan dengan makan siomay..... hehehe
Sore pun tiba... tokoh sederhana kita ini tengah asyik me-lap dan membersihkan gerobak di sebuah sungai kecil tepat di samping rel Kereta –Api warisan jaman Belanda ini.
Saat bersamaan, Pak Samidi sang masinis KA dengan cermat memperhatikan setiap sinyal yang ia lewati walau kadang hatinya meracau teringat rengekan si kecil yang buku sekolahnya belum ia belikan padahal tahun ajaran baru telah tiba. Sudah hampir 20 tahun ia mengabdi menjadi seorang masinis. Lalu tiba-tiba setengah tersentak ia melihat keluar jendela, tampak di depan ada seseorang yang mengibas-ngibaskan kain berwarna merah beberapa ratus meter di depan..... dengan sigap ia mengerem kereta takut di depan ada sesuatu, mengingat kota yang katanya indah ini masih memiliki gubuk-gubuk reot yang rapat dengan rel ini.
Pengereman berhasi dan Pak Samidi tepatkan berhentinya lokomotif dengan sang pengibas kain merah tadi, lalu dengan serta merta ia bertanya : Ada apa mang..... ?
Sambil memeras kain lap merah yang ia gunakan untuk me-lap gerobak Mang Endim menjawab : Waaah.. dah pada abis Pak, paling yang nyisa tinggal Kol dan kentang aja.......
Glekkkk.......
Seandainya Presiden ku............
Selasa, Juli 07, 2009
Seandainya presiden ku nanti berbudi luhur tentu ia akan selalu mengedepankan kepemimpinan dengan contoh sehingga ia tak akan berkuasa atas dasar ketakutan dan ke-penjilatan para among negara dan rakyatnya.
Seandainya presiden ku nanti berperilaku arif tentu ia akan mendaulatkan kekuasaan atas kehendak rakyat bukan atas kehendak para pembisik busuk yang ada di lingkarannya.
Seandainya presiden ku nanti berintelektual tinggi tentu ia akan memberikan perhatian lebih kepada masalah mendasar bangsa ini yaitu moral sehingga anak bangsa tak akan dilecehkan oleh aristokrat baru penjajah bangsa.
Seandainya presiden ku nanti berpegang pada azas negara tentu ia tak akan mengobral kekayaan negeri dan menukarnya dengan bongkahan dollar demi memanjangkan nafas roda ekonomi dan prestige nilai pertumbuhannya.
Seandainya presiden ku nanti bertuhan tentu ia akan selalu menyerahkan diri pada kehendakNya setelah upaya maksimal ia kerahkan, ia akan ajak rakyat yang jadi amongannya selalu bertuhan
Seandainya presiden ku nanti adalah orang yang sangat mencintai negeri tentu ia akan menjaga setiap jengkal luas dan budaya bangsa ini dengan cara apapun, tak perlu sesumbar sebab hasil tanpa sesumbar lebih bermakna
Seandainya presiden ku nanti orang Indonesia tentu ia tak akan membiarkan orang Indonesia bodoh, kurang gizi, tak punya rumah, menjadi gelandangan, dianiaya di negeri orang, dianiaya di negeri sendiri, tak berpendidikan, kebakaran hutan yang disengaja, korupsi, kolusi, kebinasaan hayati, kebinasaan hewani, produk ilegal, petani tak punya pupuk, nelayan tak punya solar, pengerukan kekayaan tambang yang tak berimbang, legalisasi prostitusi, tentara yang gugur karena tak punya senjata, perpecahan antar bangsa, percekcokan antar suku dan ........ ia tak akan tidur nyenyak sementara rakyatnya tak bisa tidur nyenyak karena menahan lapar
Semar Ngawakwak ..... #2
Jumat, Juni 26, 2009
gambar dari www.wayanggolek.net (nuhun ah kang Cepi.... )
Akhirnya....... Semar bisa ngarenghap (bahasa : bernafas) di kesegaran dunia blog lagi setelah beberapa saat hanya ngelol (bahasa : ngongol) tak bersuara.. hehehe
Maaf, jangan dilarang nih Semar mau ngawakwak #2 tanpa mo musingin tuh para CAPRES-CAWAPRES yang lagi ribet sikut-sikutan demi sebuah contreng di bulan depan ato mo bahas Cep Micahel Jackson yang baru meninggal beberapa jam yang lalu, yang mo di wakwak-in ya ... Semar sendiri lah....
Asli... selain cuaca yang ga menentu belakangan ini, ga menentu juga rupanya perasaan ini, pergulatan batin membela sebuah idealisme dengan mudah dapat di knock out hanya dengan sebuah katebeletje dari kenyataan takdir sang Ilahi, coba bayangkan idealisme yang sudah teryakini dari semenjak Semar baligh bisa berubah menjadi sebuah idealisme nisbi (yang baru disadari sekarang) hanya dengan keniscayaan yang terjadi beberapa detik di depan mata.. wuiiih.. Maha Perkasa Engkau Sang Pemilik Segala Kekuatan, akhirnya hamba hina-Mu ini bertekuk dengan kenyataan yang Engkau paparkan di sepenggal jalan ini.
==================================================================
Baru terasa memang sekarang dampak krisis ini, beberapa pekerjaan yang semula berjalan lancar tiba-tiba meded (macet) entah dengan alasan sepi ato efesiensi... tapi seperti kata Kang Freddy Mercuri : The Show Must Go On...... so I take this change for the better future lah..... Yang ingin dikeluhkan (kalau boleh ngeluh nih...) bukan besar nominal atau wujud hasil dari usaha, tapi betapa usaha yang kita pacu bisa dengan serta merta tak berguna ketika kita sendiri tak percaya diri akan keberhasilan itu, memang pameo kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda masik logis di benak ini, tapi jika kegagalan itu berulang terus dengan irama yang sama, apakah ini bentuk lain dari ketidakmampuan... ? Wahai yang Maha Mampu..... hanya padaMu hamba bodoh-Mu ini menyerahkan kembali kegagalan dan ketidakmampuan ini, jangan biarkan si bodoh ini terus terombang-ambing dengan kebingungan yang terus meradang.
===================================================================
Mang Endim menatapku sambil bertanya : Den.... kenapa itu kuda-nya jadi kecil, dikemanain kuda Australi nya....? Hehehe.. ya gitu mang, kuda yang dulu saya jual, lagi butuh mang buat sehari-hari. Wah sayang ya den, padahal kudanya bagus tuh...... sambil menepuk-nepuk leher kuda ku ia seperti memeriksa. Iya mang, nyesel juga saya jual tapi gimana lagi atuh... semua serba seret sekarangmah, sambil menghibur diri saya arahkan kami ke sebuah warung kopi di perhentian jalan ini..............
Setelah setengah gelas kopi mang Endim hirup, sambil menarik dalam rokoknya dia berujar : Den..... betapa apa yang kita rasa adalah rejeki dan anugrah dari Sang Khalik, dan apa yang kita punya adalah titipan dari Nya. Jadi jangan pernah merasa kita tidak diperhatikan olehNya ketika apa yang kita punya dan kita sukai tiba-tiba diambil oleh yang punya Nya, karena itu memang bukan rejeki kita atau pernah menjadi rejeki kita tapi diambil lagi sama yang ngasihnya.. gitu kan den....? dengan kata lainmah : yang ngasih kuda ke aden dulu sudah menganggap aden cukup pake itu kuda, jadi diambil lagi.. hehehe
Hampir tersedak aku oleh kopi ini..... Makasih mang.....
===================================================================
Pasar Politik
Kamis, Juni 18, 2009
gambarnya dari pasar gugel
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia “pasar” diartikan sebagai :
1 n tempat orang berjual beli; pekan: Ibu pergi ke -- untuk berbelanja; 2 Ek kekuatan penawaran dan permintaan, tempat penjual yg ingin menukar barang atau jasa dng uang, dan pembeli yg ingin menukar uang dng barang atau jasa; 3 a Ling dipakai dl pergaulan sehari-hari (tt bahasa yg kurang baik tata bahasanya, pilihan katanya, dsb): bahasa --; bahasa Melayu;
Ribet juga ya definisinya, trus ngapain sih kita bahas pasar?.........Eit.. jangan salah sekarang area itu tidak hanya menjadi tempat favorit pedagang dan pembeli, tapi sudah menjadi tempat terfavorit para CAPRES dan CAWAPRES untuk berjualan .
Naaah... si seksi pasar ini sekarang jadi tempat berlomba para CAPRES dan CAWAPRES melampiaskan hasrat mendulang (mengemis) simpati, tempat yang nyaman untuk mengobral dan mendiskon janji-janji muluk kepada massa yang ada dan satu lagi pasar mereka jadikan pembuktian mini bahwa ekonomi yang mereka usung adalah ekonomi pro-rakyat..... weeeh.... hebat banget ni pasar yaks...
Naaah.. kita lihat tuh definisi nomor 2, mestinya bukan hanya obral janji, mengemis simpati dan ajang area pro rakyat kecil mereka datangi pasar.. lebih dari itu mereka harus mampu memberikan penawaran program, visi dan misi; menjual dengan harga sepadan atas intelektual mereka dengan kapabiliti menjadi PRES-WAPRES; dan yang paling penting biasakanlah berdiskusi dan berdebat... naaah itu baru mantav tuh... baru namanya CAPRES-CAWAPRES yang mendarat di negeri ini.
Tah... mendingan gini yang den... kampanye di pasar.. jadi kan dagangan mamang juga ikut diborong dan cepet abis..... wey... ternyata mang Endim yang ngomong, rupanya sekarang dia lagi khusyu berprofesi baru sebagai pedagang kangkung di emperan pasar yang saat ini sedang dikunjunggi salah satu CAPRES... mendingan gimana mang? ... iya mendingan gini bikin para pedagang seneng, bikin rakyat tahu ooooo.. itu si A teh... ooo itu si B teh..... terus ditanya kurang apa di sini ... pengen dibangunin apa lagi di sini... terus diborong deh dagangannya.....daripada kampanye saling sindir, saling ngaku, saling jelek-jelekin .. lama-lama saling pukul atuh.... bikin tambah bingung mamang den.....
Hahaha.... pemikiran sederhana yang menarik. Hebat mang lah............
(Nyanyian Ujung Gang ) dan Hari Lingkungan Hidup
Sabtu, Juni 06, 2009
gambardiambil dari http://www.walhi.or.id/
Menangis embun pagi yang tak lagi bersih
Jubahnya yang putih tak berseri ternoda
Daun daun mulai segan menerima
Apa daya tetes embun terus berjatuhan
Mengalir sungai sungai plastik jantung kota
Menjadi hiasan yang harusnya tak ada
Udara penuh dengan serbuk tembaga
Topeng topeng pelindung harus dikenakan
Ini desaku
Ini kotaku
Ini negeriku
Ya
Robot robot bernyawa tersenyum menyapaku
Selamat datang kawan di belantara batu
Kulanjutkan melangkah antara bising malam
Mencari tempat mencari harapan
Aku melihat
Aku bertanya
Aku terluka
Ya
Wahai kawan hei kawan bangunlah dari tidurmu
Masih ada waktu untuk kita berbuat
Luka di bumi ini milik bersama
Buanglah mimpi mimpi
Buanglah mimpi mimpi
Eseks eseks udug udug (Nyanyian Ujung Gang) Iwan Fals (Album SWAMI I 1989)
Sekedar ikut berpartisipasi memperingati Hari Lingkungan Hidup tanggal 5 Juni kemarin, syair di atas bisa kita anggap sebagai sarana pengingat bahwa bumi ini bukan warisan dari nenek moyang tapi titipan dari anak cucu kita
Betapa terhenyak kita melihat kerusakan bumi Indonesia ini kabar terakhir kerusakan hutan di Indonesia hampir sama dengan 3 kali lapangan sepak bola setiap jam nya... wuihhh...
Sekilas saya cuplikan siaran pers dari http://www.walhi.or.id/ dalam siaran pers yang disampaikan oleh Berry Nahdian Forqan – Direktur Eksekutif Nasional WALHI.
Beragam permasalahan lingkungan hidup di Indonesia membutuhkan seorang pemimpin yang memiliki komitmen yang kuat untuk melakukan perubahan mendasar, dimulai dengan melahirkan sebuah peraturan perundang-undangan tentang pengelolaan sumberdaya alam yang secara komprehensif, berkeadilan ekologis dan berpihak kepada rakyat. Kasus lumpur Lapindo sebagai sebuah potret dari industrialisasi Indonesia merupakan kegagalan Indonesia dalam melakukan pengelolaan kekayaan alam dan memberikan jaminan keselamatan bagi rakyat. Setiap tahunnya, lebih dari 2 juta hektar hutan indonesia musnah. Ratusan spesies binatang yang sejak tahun 1970an berbagi hidup dengan kita sekarang tidak ada lagi. Lebih dari 85 persen kualitas Daerah Aliran Sungai merosot tajam. Angka kemiskinan nyaris mencapai separuh jumlah penduduk Indonesia, dimana mayoritas diantaranya justru berada pada kantung-kantung ekstraksi sumberdaya alam. Indonesia membutuhkan Presiden dan Wakil Presiden yang memiliki visi, misi dan program yang lebih konkret dalam mewujudkan keadilan ekologis, dan berani untuk mewujudkan kemandirian bangsa melalui pengelolaan kekayaan alam berbasis rakyat, berprespektif bioregionalism dan berkeadilan ekologis.
Nah sobat modernisasi memang perlu, membangun hutan beton untuk medernisasi-pun sama perlunya, tapi sadarkan kita bahwa bumi juga perlu hutan yang betul-betul hutan guna memutar udara pengap modernisasi yang kita ciptakan ini.
Semoga bermanfaat.... sekedar berwacana jika berkenan isi polling di kanan atas postingan ini ya....
Semar Ngawakwak ..... #1
Rabu, Juni 03, 2009
Sambil ngasih makan ikan semar ngawakwak (bahasa : berceloteh)....... :
Salah satu pasangan CAPRES - CAWAPRES yang menggembar-gemborkan pemerintahan mandiri yang mementingkan produksi dalam negeri, bahkan boleh dibilang anti bantuan Luar Negeri dalam pembuatan iklannya memakai sutradara seorang WNA...
weks gimana ini teh... emang sutradara lokal pada ga bisa buat tema “pasangan wong cilik” yaks ...
CAPRES - CAWAPRES semakin sibuk menarik simpati massa, ada yang berkunjung ke Kyai2 ada juga yang datang ke pasar tradisional
dijamin ga neh kalo nanti dah jadi PRES-WAPRES melakukan kegiatan serupa.... ?
DPR membuat hak angket atas permasalahan DPT Pemilu Legislatif 2009 ini (telaaaaat uy.......)
wah kalo tembus terus gimana dong, nanti LEG-LEG yang duduk di DPR bisa dicopot gitu...
Siapa yang paling diuntungkan dengan masa kampanye CAPRES-CAWAPRES sekarang ini, rakyat...? bukan..., yang paling diuntungkan adalah Media Massa, coba bayangkan untuk sekali tampil dalam sebuah debat kampanye harga iklan naik 15% dan anehnya jumlah iklan yang ngantri makin banyak
nah lho... cepetan bikin bisnis baru.. stasiun TV ato koran..
Dalam sebuah wawancara TV Mentri Pertahanan Malaysia mengakui bahwa telah terjadi pelanggaran batas dengan masuknya kapal patroli mereka ke wilayah NKRI di wilayah Amabalat, tapi anehnya seorang staff DEPLU RI malah menjelaskan bahwa batas wilayah tersebut belum final
weeeks..... gimana ini... bingung... capeeee deee..
Manohara belum visum bekas KDRT-nya, dia sibuk menerima wawancara dari berbagai media massa
waduuh kumaha atuh neng.... katanya mau nuntut mantan tapi kalo belom divisum gimana coba.. ?
Hihihi.. udah dulu ah takut dosa ngomongin orang terus...
Semar .. Ambalat .. Manohara
Senin, Juni 01, 2009
Alhamdulillah.. sang belahan jiwa berangsur pulih.... matanya sudah bersorot tajam kembali menggatikan sembab seminggu lamannya.. terika kasih untuk sobat-sobat yang dengan ikhlas memberikan doa dan bantuannya guna kesembuhan sang belahan jiwa.
Hehehe... sekedar pakaulan (Bahasa : Nazar), semar posting aritkel ini, anehnya berututan banget kejadiannya. Hihihi... semar dines di Malaysia... pulang ke Indonesia.. eh Ambalat menghangat lagi.. bahkan sampe ada aksi kejar-kejaran antara kapal perang kita dan kapal perang Diraja Malaysia dan yang terakhir adalah kabur/pulangnya sang mantu raja Kelantan, Manohara.
Hmmm... sepertinya fenomena hubungan bangsa serumpun ini tak pernah indah belakangan ini, namun anehnya di tingkat atas pemerintahan masalah-masalah ini hanya dianggap kerikil kecil dari sebuah hubungan antar bangsa, tidak ada forum kerjasama bahkan tidak ada solusi terbaik untuk setiap masalah.
Lebih aneh lagi adalah, masyarakat Malaysia hampir sebagian besar tidak tahu isyu2 hangat ini, entah memang nereka apatis tentang hubungan diplomatik atau tidak terlalu merisaukan apa yang terjadi.
Masalah ini menjadi lebih rumit ketika kita singgungkan dengan saling ketergantungan antara dua bangsa ini. Salah seorang rekan Semar di Malaysia pernah berujar : Mungkin Malaysia tak akan maju sepert i sekarang ini jika tidak ada TKI-TKW dari Indonesia... nah lho....
Jika boleh ditafsirkan :
Kasus Ambalat adalah cermin betapa untuk skala kedaulatan bangsa kita sudah tidak dihormati lagi oleh bangsa serumpun ini ==> tapi usaha kita belum maksimal dalam penyelesaian masalah ini, mestinya para petinggi negeri lebih mengedepankan strategi diplomatik di tingkat internasioanal jika Ambalat tidak ingin menjadi kasus Sipadan-Ligitan yang kedua
Kasus Manohara adalah gambaran betapa sisi kemanusiaan WNI dicabik dan direndahkan padahal mereka maju karena kita ==> tapi kita seharusnya punya kuasa lebih atas keselamatan setiap WNI yang ada di Malaysia, lucu memang dari sekian juta TKI-TKW di Malaysia sana tidak ada satupun badan Koordinasi atau sejenisnya yang memayungi mereka, kita kalah oleh Tenaga Kerja dari Thailand yang ada di Malaysia misalnya, mereka punya Forum Komunikasi dan bahkan bisa menyewa pengacara mahal ketika ada kasus atas warga pekerja mereka.
Hmmm... lalu siapa yang salah kalau begini..?
I'm Not a Wise Man
Sabtu, Mei 23, 2009
Hehehe.. biasanya malam mingguan nongkrongin laptop sambil nunggu siaran langsung sepak bola, sekarang malah lagi mlototin patung singa nih....
Di Bandung atau Jakarta masih macet ga sekarang...? tanya sobat lamaku (sebut saja Mazlan, turunan ke-5 dari orang Bugis yang tinggal di Singapura)... waaah.... sekarang sudah ga macet bang tapi “macet banget”... hahahaha.. gimana ga macet coba jalan ga nambah lebar terus mobil2 bekas dari singapura juga makin marak tuh di ekspor ke Indonesia... teman singapur ku itu cuma tersenyum sambil bangkit dari duduknya. Teman ku ini tak berubah semenjak kami kenal di Kuala Lumpur 3 tahun yang lalu
Berjalan di sekitar Medalion Park asyik juga nih.... weh ga beda jauh sama Indonesia... banyak yang pacarannya.. hahaha. Jauh di seberang jalan terlihat bermegah-megah bangunan tinggi, bahkan ada di antaranya yang sedang di bangun ulang, padahal umur gedung itu belum lama, belum lagi sekarang mereka sedang bikin dam ultra modern yang tadi siang Semar datengin di sekitaran Marina Bay.................................... weeeeeh.... apa dana BLBI kita yang jadi kreditornya ? Ah tentu tidak lah.... kami punya tax revenue bagus... sulut Mazlan tak mau disalahkan, padahal dalam hati sekiranya dana BLBI yang dikemplang maling-maling kelas kakap terus di timbun di Singapura bisa kita bawa balik ke Indonesia.... yakin dah nih negara pembangungannya ga sedahsyat ini.
Sebentar ngopi kami lanjut ke Waterpoint di sisi barat sebuah Square megah Esplanades, nah tuh orang Indonesia yang perform ... seru Mazlan sambil menunjuk Information Board di luar tempat kami ngupi.
Alunan irama gitar akustik dan klarinet itu terus mendayu menyerap rasa.. hmmmm... :
Well, I'm not a wise Man I just follow Intuition I take life as it comes Commissioned for submission I may be a Dramatist Some call me an Amorist But the Bleeding heart's an Artist And mine is in your fist So you have my blood on your fingers A dirty soul that lingers But I to have yours in my hand 'Cause well... I'm not a wise man
Lagu Manny Diaz ini asyik juga dibawain akustik ........ sambil menerawang jauh ke arah Marina Bay... terus ingin menyambung bait mereka :
Yes I’m not a wise man... I’m in love by some reason or just need to be warm ...
16 Mei 2009, Saturday night at some Singapore’s corner
Are you Indon ...... ?
Rabu, Mei 20, 2009Are you Indon...... ? ...... what????... No... I’m Indonesian not Indon.......
Hehehehe.. dulu kata ini pernah rame waktu lagi anget2nya hubungan kita sama negara serumpun..... nah Semar bukan mau manas2in lagi nih cuma ada cerita menarik dengan istilah di atas :
Rencana kerjaan buat seminggu ternyata bisa rampung dalam sehari... glegek..... bukan karena jago solvingnya tapi ada mukjizat hehehehe....... coba gimana ini... wew..... mo pulang biar bisa cepet2 nengokin ikan ga bisa.. tiket ga bisa dituker.... capeee deee..
Ok, on the schedule aja deh... nyebrang ke Singapura ya mudah2an solving di sana juga ada mukjizatnya dan beruntung banget kalo bisa ketemu blogger Singapura hehehe. Nah berhubung waktu masih panjang.... backpacker aja kali ya.. mantav, by bus maybe interesting.... tariiiik maaang...
Berjalan malam di pinggiran jalan Ampang rada ngeri juga nih... diliatin security... curiga banget romannya... tak lah pak cik... saya ni hanya pelancong kere... heheheh
Jam 23 di Pudu Raya.. terminal bis yang mo bawa semar ke Singapura.. masih kayak dulu agak semrawut.... hehehe.... ya mirip lah sama Kampung Rambutannya Jakarta. Tiket kak... hendak ke Singapor.... siap..... dapet tempat duduk di belakang lagi.. pules abis nih, tapi masih 1 jam lagi ... ngupi ah..
Sruput... cari koran Malaysia yang ada kabar terkini Gunung Krakatau atau kasus Antasari Azhar ga ada... ada tv... iklan mulu nih isinya... hmmmm
Halo.... where will You go sir.....? Singapor ?.... laki2 berbadan tegap ini menatap dengan dalam, seperti telanjangi Semar.. Are You Indon....? dia lanjut bertanya...... what????... No... I’m Indonesian not Indon....... air muka semar dah rada panas nih denger istilah tadi.
Hahaha.. tak usah marah lah mas.... Indon itu Cuma istilah tak bermaksud merendahkan mas... welekeded.... ni orang fasih banget bahasa Indonesia rupanya. Saya lama di Jakarta, ikut pertukaran pelajar Indonesia-Malaysia, dapet S1 juga di UI katanya... weeeehh... jadi makin menarik nih.
Sejenak bercengkrama nostalgi dia punya masa lalu di Jakarta, Semar belokin lagi ke istilah Indon tadi. Bang, kenapa orang Indonesia dipanggil Indon..? sambil mengulum senyum dia mulai menjawab , mas sebetulnya saya ini juga kental turunan Medan, marga bapak Silalahi ibu asli sini, tuh yang lagi berdiri di sana bahkan masih bisa bahasa Madura padahal dia turunan ke tiga dari kakeknya yang asli Madura ucap dia sambil menunjuk orang berseragam security biru, Indon itu cuma istilah, orang melayu itu kalau bicara simpel dan agak cepat, jadi kalo mengeja Indonesia mereka pikir tak simpel... makanya dipotong sampe Indon.... Bukan maksud merendahkan mas... sambil mengisap rokok tak henti dia terus bercerita.... saya pernah dengar juga ramai cakap istilah ini.. apalagi banyak budaya kita yang sama dan Malaysia lebih cepet klaim budaya ini punya Malaysia seperti Batik, angklung dan lain-lain, nah suasana makin ramai saja kan...? hmmm.. benar juga sih bang.. tapi bagusnya kita sama-sama saling menghormati, apa salahnya Malaysia bicara dulu sama Indonesia kalau mau klaim sesuatu, atau memang kita tidak punya lembaga budaya bersama kali ya bang...?
Hahaha.... boleh juga usul si mas ini... imbuhnya sambil menyalakan rokok baru.
Sebentar..... ni orang luas juga wawasannya yaks.. untuk ukuran calo bis..... Bang abang kerja apa di sini? ... selepas sekolah dan pulang ke sini saya saya pernah bekerja di travel agent dan sekarang saya buka travel agent dan tiket bas (bahasa : bis), itu kedai-nya sambil menunjuk konter tiket di seberang tempat kami ngobrol... whaaaat...? Semar langsung cek tiket bis, dan ternyata tiket tadi semar beli di kedai tiket itu.... hahahaha.... So ... setelah dikonfirmasi dapet diskon deh 50% plus kopi gratis.... mantav... hahahaha
Apa maknanya ya cerita di atas....?
14 Mei 2009, midnight in Puduraya-Kuala Lumpur
PBB anak bawang ISRAEL
Kamis, Mei 07, 2009
Hmmm.... sejenak kita terlupa dengan masalah saudara-saudara kita di Gaza-Palestine sana, entah karena eskalasi politik negeri kita ini yang sangat menarik untuk kita cermati atau karena kita masih terbius gosip artis dan elite mulai dari kawin-cerai mereka sampai dan kasus Antasari dan Rani Juliani sang Caddy .. hihihih.
Sebentar saja waktu kita ini kita kilaskan ke beberapa bulan lalu, waktu dimana di sebuah tanah harapan perdamaian, anak2nya tidak bisa lagi bermain dengan gembira karena tubuh mereka sudah tak lagi utuh atau bahkan mereka terlalu trauma untuk sekedar bermain setelah melihat sahabat2 mereka syahid. Sang Ibu tak lagi bisa memasak dengan baik dan menimang anak bayinya karena kedua tanggnannya hancur terkena roket-roket biadab itu, dan sang ayah hanya bisa diam termenung dengan matanya yang buta setelah tertindih bangunan yang poranda.
Lalu dimana kita...? mungkin doa untuk mereka saja kita masih sering lupa melafalkannya apalagi harta .... ?
Dunia dengan PBB setali tiga uang...... laporan mereka setelah melakukan penelitian dapat kita lihat kutipannya di sini http://www.deutsche-welle.de/dw/article/0,,4231721,00.html :
Berdasarkan temuan di lapangan, para penyidik Perserikatan Bangsa Bangsa menyatakan, mortal Israel menewaskan 30 hingga 40 warga Palestina di sekolah Jabalia di Jalur Gaza, selama konflik Hamas-Israel awal tahun 2009 ini. Insiden itu merupakan satu dari enam peristiwa di mana dewan penyidik menilai militer Israel bertanggungjawab atas kematian atau kerusakan di Gaza. Lebih dari 1300 warga Palestina tewas dalam serangan tiga minggu yang berakhir 18 Januari 2009. Selain itu, 9 institusi yang dikelola PBB di Jalur Gaza rusak.
Kementrian Luar Negeri Israel menyebut laporan itu tendensius, bias dan berat sebelah. Menanggapinya, Sekjen PBB Ban Ki-moon dalam konferensi pers Selasa (05/05) mengatakan, ringkasan laporan itu refleksi yang obyektif dan sesuai dengan temuan fakta di lapangan.
"Pemerintah Israel memberitahu saya bahwa mereka memiliki keberatan terhadap elemen dari ringkasan laporan tersebut. Pada saat yang sama saya gembira bahwa pemerintah Israel setuju untuk bertemu pejabat PBB guna menekankan sejumlah rekomendasi dewan penyidik yang terkait dengan Israel. Kepada saya pemerintah Israel mengukuhkan keinginan untuk mengembangkan mekanisme koordinasi yang sudah ada," demikian Ban Ki-moon dalam keterangannya.
Laporan terinci setebal 184 halaman yang mengkritik serangan Israel terhadap personil dan institusi milik PBB selama konflik Gaza Desember 2008 hingga Januari 2009 lalu dipotong dengan cermat menjadi dokumen 27 halaman. Sebagian besar karena sensitivitas politik dan alasan keamanan.
Sekjen PBB Ban Ki-moon menolak tuduhan bahwa ia hanya mengeluarkan versi laporan yang yang membuat airmata menetes. "Silahkan tanyakan pada semua penasehat senior PBB yang mengerjakan laporan ini," kata Ban. Dewan penyidik bekerja secara independen, tandasnya. Ia tidak punya otoritas apapun untuk mengedit atau mengubah susunan kata dalam kesimpulan dan rekomendasi dewan.
Dewan penyidik yang dibentuk PBB terdiri dari Ian Martin, Larry Jhonson, Sinha Basnayake dan Letnan Kolonel Patrick Eichenberger. Mereka diberi mandat untuk menyelidiki 9 insiden paling serius menyangkut personil dan properti PBB dalam serangan militer Israel di Gaza selama konflik dengan Hamas.
Pada saat terjadinya serangan di sekolah Jabalia, Israel membela aksinya dengan mengatakan serangan militer adalah reaksi terhadap mortir Hamas yang ditembakkan dari sekolah itu. Israel menuduh Hamas sengaja menempatkan para pejuangnya di kawasan tersebut dan secara manipulatif menggunakan warga sipil sebagai tameng hidup.
Dewan penyidik PBB menyerukan pada Israel untuk mengakui telah mengeluarkan pernyataan tidak jujur tentang serangan terhadap sekolah Jabalia dan untuk mengekpresikan penyesalan. Mereka juga menyarankan agar Israel membayar biaya perbaikan dan ganti rugi pada PBB.
Sementara itu, kalangan organisasi bantuan kuatir laporan yang dikeluarkan di New York Selasa (05/05) kemarin tidak akan ditindaklanjuti dengan pembentukan dewan yang lebih luas guna penyelidikan lanjutan.
RP/dpa
Editor: Yuniman Farid
Sungguh tak berguna PBB ini... akankah kita sepertinya .... ?
Presiden atau Negarawan
Selasa, Mei 05, 2009
Kata sandang itu ( Negarawan ) semakin jarang terdengar oleh kita belakangan ini, entah karena tidak ada atau memang bangsa besar ini tak punya sosok yang pas untuk kita sematkan negarawan.
Secara bahasa menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) negarawan bisa diartikan sebagai :
ne•ga•ra•wan n ahli dl kenegaraan; ahli dl menjalankan negara (pemerintahan); pemimpin politik yg secara taat asas menyusun kebijakan negara dng suatu pandangan ke depan atau mengelola masalah negara dng kebijaksanaan dan kewibawaan: beliau merupakan pahlawan besar dan -- agung; ke•ne•ga•ra•wan•an n hal yg berhubungan dng orang-orang yg mengurus suatu negara: sikap ~ amat diperlukan dl menghadapi persoalan kemasyarakatan
Bangsa Indonesia sudah ditakdirkan dari dulu sebagai bangsa pejuang, lihatlah semenjak Kerajaan Sriwijaya hingga kita merdeka tak pernah lepas bangsa ini angkat senjata berjuang mempertahankan kedaulatan. Maka jangan heran jika kita muncul manusia2 yang teruji kualitasnya secara alami, dan ketika merdeka mereka sudah matang untuk kita tahbiskan sebagai negarawan.
Kini, ga tau banyak tokoh yang belum teruji alamiah atau memang banyak yang berpotensi menjadi negarawan tapi tidak ada peluang untuk muncul atau bahkan memang bangsa ini tidak punya negarawan.... ga tau lah....
Yang jelas apapun teorinya, yang bangsa kita butuhkan saat ini adalah pemimpin-pemimpin yang berjiwa negarawan dan diterima oleh seluruh bangsa, bukan pemimpin2 karbitan yang hanya dengan uang dan materi lainnya bisa duduk empuk di kursi pemerintahan dan kursi oposan..
Ada yang mau jadi negarawan.... ?
Koalisi Menuju Istana
Jumat, April 24, 2009
Koalisi menurut bahasa adalah persekutuan, gabungan atau aliansi beberapa unsur, di mana dalam kerjasamanya, masing-masing memiliki kepentingan sendiri-sendiri. Aliansi seperti ini mungkin bersifat sementara atau berasas manfaat. Dalam pemerintahan dengan sistem parlementer, sebuah pemerintahan koalisi adalah sebuah pemerintahan yang tersusun dari koalisi beberapa partai. Koalisi bisa juga merujuk pada sekelompok orang/warganegara yang bergabung karena tujuan yang serupa. Koalisi dalam ekonomi merujuk pada sebuah gabungan dari perusahaan satu dengan lainnya yang menciptakan hubungan saling menguntungkan.
Jadi apa yang ramai kita dengan belakangan ini dari partai-partai pemenang (belum) PEMILU LEGISLATIF pada dasarnya adalah men-sinergikan kemampuan dan menyatukan kekuatan guna membawa bangsa dan negeri ini ke arah yang lebih baik, walaupun bersifat sesaat (5 tahun)
Lalu apa jaminannya bahwa dengan koalisi ini seluruh aspek kehidupan menjadi lebih baik ?
Sedikit berteori nih untuk menjawab pertanyaan di atas hehehe.... boleh didebat kok :
1. Kesungguhan/niat dari peserta koalisi harus tercetus ikhlas, dengan demikian segala unsur pribadi/partai/golongan akan melebur menjadi satu dan patuh pada sistem yang disepakati
2. Aturan koalisi atau bahasa lainnya “bagi-bagi kursi”, harus dibuat hanya berdasarkan kemampuan bukan kepada hal lain apalagi mendasarkan kepada kepentingan “bagi-bagi kursi” tadi.
3. Koalisi penguasa harus diimbangi oleh koalisi oposisi yang juga bersinergi dalam menjalankan fungsinya sebagai pengawas roda bangsa ini, akan sangat mantav jika hanya satu saja koalisi oposisi ini
4. Sistem pembagian kekuasaan dalam koalisi menjadi sangat tidak berguna jika dalam prakteknya nanti hanya satu atau beberapa peserta koalisi saja yang mendominasi seluruh aspek, ini tidak sehat, dan hal ini sangat erat kaitannya dengan point 5.
5. Pertanggung-jawaban atas sebuah program jangka pendek dari koalisi penguasa, wajib ditangung oleh seluruh peserta koalisi bukan hanya oleh pemimpin koalisi, sehingga ketika gagal, rakyat akan tahu siapa yang gagal.....
Dengan 5 point tadi, seluruh komponen bangsa yang berada di luar oposisi penguasa memiliki kerja yang efektif ketika bertugas sebagai pengawas. Mereka hanya tinggal membandingkan point 1 dan 2 dengan point 4 dan 5
Nah.... kalau di awal saja kita sudah ribut dengan hitung-hitungan untung-rugi berkoalisi dengan siapa ? bagaimana jadinya nanti ketika roda bangsa ini akan diputar 5 tahun ke depan....?
Mengapa kita tidak berpikir sebagai sebuah bangsa yaks?
Kereta Api, Pahlawan dan Mendung
Jumat, April 17, 2009
Dua hari kemarin Semar mampir ke salah satu Kutha Budhaya di Jawa Tengah, ya betul Kota Solo, sudah lama tidak singah di sini. Kota ini pernah jadi primadona Semar untuk dikunjungi beberapa tahun lalu. Kota ini unik dan yang paling menarik adalah nuansa kultur Njawi masih kental meskipun hutan beton Mall sudah muncul dimana-mana.
Seketika berjalan di Jalan Slamet Riyadi, rindu juga melihat Kereta api yang tanpa jalur khusus meraung-raungkan pluitnya sekedar minta perhatian pengguna jalan lainnya, ini unik karena rel dengan jalan bersatu tanpa ada pembatas dan hebatnya minim kecelakaan........!!!! Akhirnya jadi ingat dengan bangsa ini, banyak jenis kendaraan (politik), berbeda visi, beda cita-cita, beda plaform, semoga minim kecelakaan juga seperti sang kereta api di jalan Slamet Riyadi Solo ini.
Di sela tugas entah mengapa seorang kawan membawa Semar berkunjung ke sebuah komplek pemakaman (Keluarga) mantan penguasa Negeri ini, Astana Giri Bangun berada di sebuah bukit di tengah hamparan sawah, penduduk sekitar sudah tampak mapan dari sisi ekonomi, entah mengapa sepertinya roda ekonomi di sini berjalan lebih cepat.
Hmmmm... menarik..... suasana sang empunya astana sudah tampak bahkan ketika masih jauh di area parkir... semakin kental ketika kita meminta izin (mendaftar), pertanyaan yang muncul pertama dari punggawa (penjaga) astana adalah “apakah ada kaitan dengan keluarga almarhum?”.. seadanya kami jelaskan tidak.. kami sekedar ingin berziarah tanpa pretensi apa-apa...asli... suer....
Undakan tangga menuntun kami ke sebuah ruangan yang bernuansa gelap... mungkin ingin menggambarkan bahwa kerabat masih sangat berduka dengan kehilangan sang penghuni astana... ornamen jawa semakin jelas terlihat..... punggawa astana membacakan kami beberapa peraturan yang harus kami patuhi selama berada di area pusara.... wah... hebat... salut... bukan hanya ornamen bangunan yang mengembarakan kita ke masa lalu bangsa ini... tapi dalem astana pun masih mengemban beberapa warisan nya.
Setiba di pusara.. segera kuhilangkan gambaran raut semrawut bangsa ini dulu... fokus ke rasa penasaran dan ingin tahu.. lalu .... hmmmm.. Pahlawan ini masih tampak gagah.
Jadi jauh menerawang ketika kami beristirat sejenak sambil lesehan di teras luar pusara : Kata pahlawan ingin ku definisikan ah.... itu hanya sebuah sematan penghargaan yang mestinya tanpa kriteria, ini muncul mestinya alamiah tanpa dipaksakan, harus nyata hasil kerjanya dan semua kita merasakan apa yang mereka ikhtiari..... itu PAHLAWAN, ujarku. Kawanku kembali meneguk minuman dinginnya dan dengan suara yang masih tertahan air ia berkata “kalau begitu Pahlawan adalah kata sandang, jadi ia bisa disematkan tidak hanya kepada orang yang sudah meninggal, bisa juga ke yang masih hidup dong ?”. Tentu.... aku mengeraskan suaraku, mestinya para Pemimpin Bangsa dan para Calon Pemimpin Bangsa ini harus sudah punya niat dan tekad menjadi pahlawan di hidup dan mati mereka, semakin meninggi suaraku. “Sssst.... jangan keras-keras, nanti punggawa astana negur kita lagi, kita kan lagi di sini” sambil hampir membekam mulutku sang kawan mengingatkan. Aku malah jadi aneh dan ingin tertawa.. lho..... beliau ga jadi Pemimpin atau CALEG lagi kan, terus kenapa mesti takut Berkata Bebas....?
Hehehe.... dengan terburu-buru kami melangkah pulang, bukan takut sang punggawa datang.. tapi memang hari semakin mendung.
CERITA-CERITA (lucu) SEPUTAR PEMILU CALEG 2009
Sabtu, April 11, 2009Dua hari setelah PEMILU CALEG 2009 ini adalah libur panjang, banyak waktu untuk mencermati perkembangan bangsa pasca PEMILU ini lewat TV dan koran, nah sebagaian yang lucu-lucu ada dibawah tuh hehehehe..... :
Sekelompok pemuda di Indonesia Timur membongkar rumah televisi di pos ronda kemudian membakarnya di tengah jalan, kenapa dibongkar? Karena mereka marah televisi diambil kembali oleh sang pemberinya yaitu seorang CALEG yang gagal menjadi LEG;
hmmm...... ngambek ni yeee... lucu engga....?
Kantor Cabang salah satu partai besar di segel massa, kenapa disegel...? karena massa tadi adalah para saksi TPS yang belum dibayar honornya dan ketika meminta pertanggung jawaban Ketua DPC malah kabur;
hmmm..... terus nyesel jadi saksi gitu kali yaks hehehe...... lucu engga....?
Di sebuah TPS di daerah Indonesia tengah, para pemilih mencontreng di sembarang tempat. TPS ini berada di daerah terminal dan hebatnya para pemilih bisa mencontreng sambil makan di rumah makan sekitar atau bahkan para supir mencontreng sambil berdiskusi;
hmmmm... hebat transparansi sampai ke PEMILU yaks... lucu engga ... ?
Seorang nenek yang sudah pikun marah-marah karena ketika hendak mencontreng dilarang untuk didampingi oleh petugas TPS, dan ketika ditanya oleh wartawan setelah mencontreng beliau menyampaikan kalo dia tidak mencontreng karena buta huruf;
hmmm... kebijaksanaan diperlukan di sana.... lucu engga.... ?
Seorang anggota DPR yang menjadi tersangka korupsi malah mendapat suara yang banyak di salah satu DAPIL, anggota DPR yang menjadi CALEG itu anehnya sudah pernah dipecat oleh partainya;
hmmmm... mungkin malah dia ga usah kampanye soalnya sudah sering muncul di TV dan koran... lucu engga...?
Terhitung sudah ada lebih dari 20 orang CALEG yang gagal menjadi LEG mengalami DEPRESI, malah sudah ada yang dilarikan ke Rumah Sakit;
hmmm..... seperti yang banyak diprediksikan.... lucu engga...?
Baru hasil Quick Count, beberapa pembesar partai sudah saling kunjung, katanya sih silaturahmi tambahan dan bahas kecurangan2 PEMILU CALEG;
hmmm... mestinya tambahin juga materi silaturahmi-nya dengan isyu percerpatan penyelesaian masalah LAPINDO atau penanganan Situ Gintung... betul engga.... eh... lucu engga ?
Hehehe.. just intermezo after elections ah... ada yang mo nambahin..........?
APA YANG TERJADI PASCA PEMILU CALEG 2009 ???
Kamis, April 09, 2009
Hmmm.....
Bukannya mau meramal atau mau mendukung salah satu atau salah beberapa peserta PEMILU Legislatif 2009 ini, tapi semar lihat di beberapa lembaga Quick Count hasilnya masih tidak berubah dari PEMILU 2004 yang lalu.
Lalu apa yang akan terjadi nanti jika hasinya seperti ini...?
Wah hanya Tuhan yang tahu....... hehehehe.., CALEG yang kita pilih tadi pun tidak bisa menjamin janji-janji yang pernah mereka teriakan sewaktu kampanye dapat mereka wujudkan... wah jangan-jangan mereka akan kaget nanti jika menjadi atau terpilih lagi menjadi legislator..... bukan apa-apa sekarang bangsa ini telah menjadi bangsa yang melek pollitik.... dan janji-janji sang CALEG dulu akan mereka tagih di lima tahun ke depan.
Yang menarik adalah, diperkirakan penguasa akan memiliki oposan yang berimbang dalam sisi jumlah (entah siapa itu).... nah dengan demikian Sang Masinis akan terus diawasi oleh Pengawas Sinyal dan kita sebagai penumpang harus bisa menjadi korektor yang baik juga... yang penting adalah setiap kebijakan Masinis jika melenceng harus segera diluruskan jangan tunggu mepet di pergantian masinis nanti..... hehehehe...
Jadi doa kita sekarang adalah : siapapun dia yang menjadi legislator Semoga Tuhan memberikan kebaikan dan kemampuan kepada yang terpilih.... Semoga Tuhan memberikan keikhlasan kepada para CALEG yang asalnya berniat tidak ikhlas menjadi legislator nanti.... Semoga Tuhan meridloi dinamisasi kehidupan bangsa ini digerakan oleh yang terpilih nantinya dan.... Semoga ......?
TIPS MEMILIH CALEG DI PEMILU 2009
Rabu, April 08, 2009
Besok adalah salah satu hari bersejarah bangsa Indonesia, hari yang menentukan apa wajah kita 5 tahun ke depan. Anggota DPR/DPRD yang akan kita pilih nantinya adalah orang2 yang akan memimpin bangsa ini dan sebagian lagi adalah orang2 yang berkewajiban menjalankan fungsi monitor pemerintahan kelak (oposisi)
Sedikit coretan semar... ada tip memilih CALEG untuk besok :
1. Sepagi mungkin kita bangun, Sholat Subuh (untuk muslim), akhiri dengan berdoa memohon petunjuk kepadaNya
2. Renungkan sebentar (sambil ngopi boleh juga tuh) siapa yang akan kita pilih.
3. timbang kebaikan dan keburukan CALEG tadi , kembalikan ke hati dan pikiran kita pantaskah ia...?
4. jika tidak pantas.... segera tentukan CALEG yang lain......
5. Jangan memilih CALEG yang tidak kita kenal atau tidak kita ketahui track recordnya
6. Jangan tergiur ajakan orang lain yang berbeda pilihan dengan kita dan jangan juga mengajak orang lain untuk memilih pilihan kita.... ingat secara alamiah semua akan terbukti.. jika kita memilih dengan hati dan pikiran yang jernih
7. Ketika hendak ke TPS jangan lupa bawa KTP, sepagi mungkin kita datang dan segera lakukan pencontrengan dengan membaca Basmallah...
8. Setelah selesai seluruh proses, awasi juga perhitungan suaranya... jika bukan anggota KPPS atau saksi, sebaiknya kita sebagai pemerhati saja tidak disarankan ikut campur... biarkan sistem yang bekerja
9. Jika ditemukan kecurangan menurut versi kita, jangan segan untuk mengumpulkan bukti dan segera melapor ke BAWASLU
10. Berdoa kembali... Semoga PEMILU 2009 ini mampu menghasilkan kondisi bangsa yang lebih baik.
Ada yang mau nambahin..... ?
BLT ,.... DPT ...., ANCAMAN BOM ... terus... ?
Jumat, Maret 27, 2009Menarik.... semakin panas dan was-was.....
Itulah mungkin yang tepat digambarkan tentang kehidupan bangsa kita belakangan ini. Mulai dari saling serang dan hujat para caleg dan petinggi partai tentang BLT (Bantuan Tunai Langsung), validitas DPT (Daftar Pemilih Tetap) sampai isyu ancaman bom yang merebak .
BLT :
Program penguasa incumbent ini kalau boleh diibaratkan seperti program kebingungan antara memberi kail agar bisa membeli perahu atau memberi makan agar bisa tetap hidup.... ???? Apapun itu jumlah penduduk yang tergolong miskin di negeri ini masih tinggi... diatas 15 jutaan wuih..... Dan.... inilah yang menjadi samsak penantang untuk di pukul , isyu ke-efektifan BLT masih sangat dipertanyakan. Namun anehnya.... samsak itu sudah ada dari setahun lalu.... kok baru ditonjok sekarang yaks.... hehehehe (itulah hebatnya Indonesia..)
DPT :
Ini lagi.... lha wong tinggal beberapa hari lagi pestanya kok daftar undangan masih belum disepakati oleh seluruh peserta hajatan.. ya dari kemaren-kemaren atuh di cek-nya. Kembali incumbent jadi samsak... terlepas dari validitas data DPT ini, namun semenjak merdeka sampai sekarang kita belum punya sistem administrasi yang mantav untuk pesta sebesar ini... Samsak lagi ni ye... hehehe...
Ancaman Bom :
Wah basi.... dah dari dulu isyu ini ada kalo mo hajatan... ga tau mau ngeramein atau emang ada yang kurang kerjaan... Naah kalo yang ini samsak-nya siapa belum jelas nih.... hehehehe
Hmmm... semar setuju dengan pendapat seorang pakar... bahwa menjelang PEMILU 2009 ini yang paling menyedihkan adalah tidak ada satu orang pun di negeri ini yang bertabiat negarawan, yang bisa memberikan ketenangan kepada masyarakat untuk dengan sadar dan teliti memilih wakilnya di legislatif dan PRESIDEN-nya nanti.... padahal ketenangan dan kedamaian adalah kunci utama keberhasilan...
Udah ah... sekedar tinjauan lapangan menjelang hajatan nanti.... heheheh... salam Berkata Bebas
WAJAH CALEG
Rabu, Maret 18, 2009
Banyak wajah terpampang disudut-sudut gang dan jalan, di televisi, sampai di kaca-kaca mobil angkot atau bahkan mobil pribadi beratus-ratus wajah segar yang penuh semangat membuat perubahan kehidupan di negeri ini atau ada juga yang dengan senyum khas-nya mengajak untuk mempertahankan status quo yang ada sekarang. Sebagian mereka memang ada yang dengan bersusah payah menggelontorkan usaha untuk ikut memangpangkan wajahnya tapi ada juga yang dengan bujuk rayu akhirnya mereka mau memangpangkan wajahnya.
Wajah..... mengapa wajah...? bukankah wajah kita ini bisa kita bungkus dengan topeng-topeng? bukankah wajah kita ini tak punya arti sama sekali jika nama dan karya nyata sang empunya tak ada?
Ah kenapa melantur ini.... ya jelas yang diperlukan adalah identitas sang Caleg tadi agar menjadi Leg tanpa Ca lagi, bukankan sebentar lagi kita berpesta mencontreng wajah-wajah mereka agar perubahan terjadi atau status quo tetap terjaga ? hehehe entahlah ....
Semoga kampanye wajah ini damai......
KEKERASAN DALAM PENDIDIKAN vs TUT WURI HANDAYANI
Sabtu, Februari 28, 2009
Tut Wuri Handayani = Dari Belakang Memberi Tauladan...
Mungkin slogan ini sudah kita dengar dan hapal sejak kita masih SD, maknanya mungkin bisa jadi juga kita paham sedari dulu. Tapi, aplikasinya yang mungkin kita sendiri dibingungkan. Masih ingat dahulu ketika saya masih SD, berebut cium tangan terhadap guru adalah satu hal yang lumrah setiap pagi sebelum masuk kelas, atau ajakan mengumpulkan uang guna patungan membeli buah tangan menengok teman kita yang sakit di SMP adalah tugas saya sebagai KM waktu di SMP, sekarang.... mungkin bisa dihitung sekolah yang masih punya budaya seperti ini... hmmmm.
Dan .........., belakangan ini kita selalu disuguhkan berita tentang kekerasan di dunia pendidikan mulai dari tingkat SD bahkan sampai ke Perguruan Tinggi. Hal-hal yang tidak prinsip menjadi pemicu dan kurangnya pengendalian diri dari seluruh komponen pendidikan mampu meletupkan emosi, ini menjadi sebuah tanda tanya besar.... ada apa dengan dunia pendidikan kita ? apakah pendidikan kita mengkhususkan diri hanya mendidik “otak kanan” anak bangsa ini atau memang dunia sudah berubah sehingga pattern pendidikan yang belum cocok di aplikasikan di negeri ini prematur dipaksakan berkembang...?
Memang......, satu sisi kita harus melihat dengan arif, apakah fenomena pendidikan “dulu” yang ideal dikarenakan masih sedikitnya distrubing external factor atau memang ini sebuah resiko dari kebijakan pendidikan kita yang memang masih sedang terus membentuk dirinya...?
Hmmmm.... entahlah......
Yang jelas ini tidak boleh berlanjut, pendidik dan yang di didik adalah simbiosa... keduanya bisa saling mempengaruhi, tinggal apa yang akan di pengaruhkan....
Semoga “Tut Wuri Handayani” bukan hanya slogan dan jargon....
Maju Indonesiaku...









